Resensi Film Becoming Jane (2007)



Pertama kali tau film ini dari YouTube.. Pas lagi scrolling2 video, aku tertarik pada salah satu trailer film yang dibintangi oleh pemeran aktor senior, yaitu Anne Hathway dan James. Selain itu aku juga tertarik karena latar belakang film ini adalah London tempo dulu dimana para wanita masih memakai gaun panjang yang sopan dan para lelaki memakai setelan jas yang terlihat gagah..

Tanpa basa basi lagi, aku akan mulai film ini dengan mengantarkan kamu kepada suasana pedesaan yang sederhana nan sejuk. Di desa itu tinggalah sebuah keluarga kecil yang diisi oleh Mr. Austen dan istrinya, serta kedua putrinya, Jane dan Cassandra.

Lalu di lain tempat, ada seorang pemuda yang sedang bertarung di sebuah bar, dan pemuda itu bernama Mr. Lefroy. Mr. Lefroy tidak sendiri tentunya, dia bersama dengan kedua temannya, Mr. Henry dan Mr. .... .

Mr. Lefroy adalah seorang pengacara muda yang hidupnya bergantung kepada seorang hakim senior di kotanya sekaligus pamannya sendiri. Mr. Lefroy digambarkan sebagai seorang pemuda yang tidak tau sopan santun. Meski begitu, Mr. Lefroy memiliki paras yang cukup tampan.

Suatu hari, Paman dari Mr. Lefroy merasa kecewa padanya. Pamannya mendapatkan info bahwa Mr. Lefroy telah menghamburkan banyak uang untuk bermain2 dengan judi ataupun wanita. Akhirnya, pamannya menyuruh Mr. Lefroy untuk mengunjungi rekan dekat sang paman disebuah desa yang sangat jauh dari kota selama beberapa hari.

Singkat cerita, Mr. Lefroy beserta kedua temannya sampai disebuah rumah yang ternyata adalah rumah milik keluarga Mr. Austin. Dan faktanya lagi, Mr. Henry adalah kerabat dari keluarga Austin. Tidak berhenti disitu, keluarga Mr. Austin bukanlah rekan dari Paman Mr. Lefroy, jadi Mr. Lefroy dan Mr. .... hanya singgah sebentar sebelum benar2 sampai ke rumah rekan pamannya.

Beberapa hari kemudian setelah kedatangan Mr. Lefroy di desa tersebut, keluarga Mr. Lefroy mengadakan pesta, keluarga Mr. Austin pun turut diundang. Di pesta inilah untuk pertama kalinya Mr. Lefroy menari dengan Mrs. Jane.

Mrs. Jane adalah putri kedua dari Mr. Austin. Pada waktu itu, kebebasan berfikir seorang perempuan dianggap tidak patut, akan lebih baik menyembunyikannya dalam dalam. Namun, Ms. Jane tidak bisa hidup tanpa menulis dan mengeluarkan apa2 yang difikirkannya. Dia sangat mahir dan rajin dalam menulis sebuah novel. Pada usianya yang sekarang, Mrs. Austin menjodohkan Ms. Jane dengan seorang pemuda yang kaya, dimana jika Ms. Jane berhasil menikah dengan Mr. Wisley, masalah keuangan keluarganya akan mudah untuk diatasi dan Mrs. Austin berharap Ms. Jane akan hidup bahagia dengan Mr. Wisley. Sayangnya, Ms. Jane menolak (untuk saat ini), Ms. Jane sama sekali tidak memiliki ketertarikan apapun kepada Mr. Wisley.

Kita kembali ke pesta ya..

Selama Mr. Lefroy berdansa dengan Ms. Jane, mereka berdua tak henti2nya saling berdebat tentang sebuah karya tulis. Bagian ini cukup menarik karena pada scene ini ditampilkan bagaimana seorang wanita muda benar2 mengutarakan pendapat2nya kepada pria yang cukup cerdas untuk menanggapi Ms. Jane.

Pertemuan demi pertemuan diantara Mr. Lefroy dengan Ms. Jane pun berlanjut. Meski pada awalnya mereka selalu bertengkar, pada akhirnya keduanya saling tertarik karena kecerdasan yang dimiliki oleh masing2 pihak. Kebahagiaan mereka terlihat untuk beberapa scene, namun tak lama kemudian berbagai tantangan pun datang bergantian, rahasia tentang sosok Mr. Lefroy terungkap, sedang dari pihak Ms. Jane ibunya selalu mendesak agar Ms. Jane mau menikah dengan Mr. Wisley. Lalu apakah kisah pengacara muda dengan penulis muda akan berhasil? Atau ada kemungkinan lain? Hmm kamu harus mencari taunta sendiri yaa hehhee

Lanjut ke komentar..
Menurutku, film ini sangat keren!! Setiap emosi yang ditampilkan oleh Anne dan James sangat kuat. Masalah tentang uang, cinta, dan tanggung jawab sepertinya memang tidak dapat dipisahkan seperti halnya dalam film Becoming Jane. Alur yang tidak bisa ditebak sama sekali. Walaupun berakhir seperti di film, aku sangat mengagumi tokoh Ms. Jane. Tanpa disadari, Ms. Jane telah membawaku ke dalam pergelutan batinnya, tentang bagaimana kebahagian dan kesedihan silih berganti karna ketertarikannya di bidang kepenulisan. Untukmu yang sedang membaca ini, semangatlah untuk menggapai apa yang kamu cita2kan. Tak apa jika jalan yang dilewati adalah jalan berbatu, kelak jika kamu berhasil melewatinya, kamu akan menemukan dirimu di sisi lain dengan wajah tersenyum..
Terimakasih

Komentar