Tanam 25 Pohon Selama Hidup di UPN Tanjungsari

Dear diary...

Seminggu yang lalu, tepatnya di hari Rabu aku ikut serta dalam kegiatan "Tanam 25 Pohon Selama Hidup". Kegiatan tersebut diadakan untuk memperingati Ulang Tahun UPN Veteran Jakarta.

Aku bersama 20an mahasiswa lain diundang untuk menyaksikan salah satu kegiatan bersejarah dimana untuk pertama kalinya kami mendatangi tanah milik UPNVJ yang nantinya akan dibangun gedung baru UPNVJ.

Waktu tempuh dari kampus UPN Pondok Labu sampai cikal bakal kampus UPN Tanjungsari sekitar 2 jam menggunakan jalan tol. Setengah perjalanan kami lewati jalan yang berliku-liku, beberapa lubang atau polisi tidur yang tinggi, serta jalan yang lebarnya hanya pas untuk 2 kendaraan saja, sehingga kami yang di bus terkadang merasa seperti sedang menaiki roller coaster. Sulit sekali jika ingin tidur dengan medan jalan yang seperti itu.

Udara disana cukup panas dan masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan. Masyarakat disana pun masih rajin menanam padi, terlihat dari banyaknya lahan-lahan persawahan yang ada didaerah Jonggol.

Untuk mencapai tanah UPN, kami tidak bisa menggunakan bis. Kami harus transit di mesjid pinggir jalan raya untuk selanjutnya naik mobil elf agar kami bisa melalui jalan perkampungan yang sempit dan menanjak.

Singkat cerita sampailah kami di lokasi. Acara pun dimulai dengan sambutan-sambutan. Pejabat tinggi universitas dan fakultas duduk dikursi paling depan, sedangkan kursi bagian belakang diisi oleh beberapa karyawan dan mahasiswa.

Sambutan yang paling berkesan untukku adalah sambutan dari Kepala Desa. Kata beliau, "Semoga dengan dibangunnya UPN disini, dapat membantu warga saya dibidang pendidikan. Karena kalo Pemerintah ingin masyarakatnya sejahtera, Pemerintah yang harus jemput bola, bukan nunggu bola".

Artinya, Kepala Desa sangat senang kampus UPN akan dibangun disana. Melihat dari kondisi pendidikan warganya yang rata-rata tidak mampu menempuh jenjang S1, Kepala Desa berharap kampus UPN nantinya dapat menyentuh warga-warganya tersebut, entah dengan jalur beasiswa ataupun lainnya.

Menurut Kepala Desa, pendidikan merupakan bekal untuk kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, Kepala Desa menganggap UPN datang sebagai bagian dari Pemerintah yang berusaha untuk membantu mensejahterakan warga sekitar melalui pendidikan.

Setelah acara pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan penanaman 25 pohon. Lubang-lubang untuk media tanam sudah digali dan diberi pupuk hewani, kita tinggal memasukan tanaman yang sudah disediakan ke dalam lubang dan mengisinya dengan tanah.

Keseluruhan acara sangat menyenangkan. Apalagi sebelum kami pergi dari tanah UPN, aku bersama beberapa temanku sempat memanen rambutan yang ada disana. Ya itung-itung nyari oleh-oleh gratis lah yaa hehehe

Jalan pulang yang kami lalui masih tetap sama, tapi karena kami cukup kelelahan dan kepanasan selama acara, akhirnya kami bisa tidur walalupun beberapa kali sempat terbangun karena kondisi jalan yang membuat kita seperti loncat didalam bis.

Semoga pohon-pohon yang sempat kami tanam dapat dirawat dengan baik. Jadi, jika kami datang lagi kesana 5 tahun kemudian, setidaknya kami masih bisa menemukan pohon besar yang dimana pernah kami tanam dari ukurannya yang hanya -+60 cm.

Dear UPNVJ 5 tahun dari sekarang, semoga kamu selalu eksis dan dapat membantu lebih banyak pelajar-pelajar di Indonesia untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi yaa :)

Komentar