Wanita Mulia dalam Sejarah Islam: Asiyah Istri Fir'aun

Dear diary...

Sejak aku pindah rumah, aku selalu suka memandang langit pagi sambil menikmati udara dinginnya di balkon atas rumahku. Sama seperti hari ini, aku keluar kamar sambil membawa sebuah buku yang berjudul "14 Wanita Mulia dalam Sejarah Islam".

Duduk dikursi satu-satunya tanpa memakai jaket, membuatku cukup kedinginan. But its okay, lebih baik seperti ini.

Dihalaman pertama aku disajikan dengan sosok wanita kuat, sosok wanita yang mempunyai keyakinan yang besar serta mampu memilih meninggalkan kemewahan duniawi demi keberkahan di Surga. Yap dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir'aun seorang raja yang dzalim.

Beberapa dari kalian mungkin sudah pernah mendengar kisah Asiyah. Kisah dimana istri Fir'aun itu secara tidak sengaja menemukan seorang bayi laki-laki kecil yang bersinar wajahnya, dialah Nabi Musa 'Alaihisallam.

Pada zaman itu, Fir'aun sangat takut terhadap anak laki-laki dari kalangan bani Israil yang diramalkan akan menghacurkan kerajaan miliknya, maka Fir'aun pun memerintahkan kepada seluruh prajurit di kerajaannya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir. Ibu Musa yang takut akan kehilangan anaknya itu,  diperintahkan oleh Allah untuk menjatuhkan bayi Musa kedalam sungai (Nil). Ibu Musa yang percaya akan kebesaran Allah pun langsung mengikuti apa yang diperintahkan-Nya. Hingga pada akhirnya Allah mempertemukan bayi Musa dengan Asiyah putri Muzahim.

Saat pertama kali melihat bayi Musa, Allah langsung menumbuhkan rasa cinta di hati Asiyah. Seketika itu pula Asiyah bertekad untuk menyayangi dan melindungi bayi Musa dari kedzaliman Fir'aun.

Waktu pun terus berjalan, semenjak bayi Musa diizinkan oleh Fir'aun untuk tinggal didalam istananya, bayi Musa tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang memancarkan cahaya iman. Asiyah yang pada saat itu berusaha membenarkan perkataan nabi Musa dalam usahanya meyakinkan Fir'aun untuk menyembah dan menyeru kepada Allah semata, malah ikut terkena hukuman yang berat.

Asiyah pun mulai dieksekusi dengan diikat tangan dan kakinya, tak hanya itu Asiyah juga dihukum dengan dibebankan sebuah batu besar diatas tubuhnya. Sungguh berat sekali hukuman yang menimpa Asiyah.

Tak ingin keyakinannya goyah oleh hukuman yang diterimanya, Asiyah memohon kepada Allah agar dibangunkan rumah di Surga dan memohon untuk diselamatkan dari orang-orang yang dzalim.

Maka Allah pun langsung membuka hijab antara dunia dan rumahnya di Surga sehingga membuat Asiyah tertawa bahagia. Setelah itu Asiyah pun dicabut nyawanya oleh malaikat agar selamat dari orang-orang dzalim disekitarnya.

Maha Besar Allah dengan segala Kekuasaan-Nya. Ketika hati sudah memilih untuk meyakini sebuah kebenaran, maka apapun cobaannya, hati akan berusaha untuk tetap kokoh terhadap keyakinannya. Seperti Asiyah yang memilih Allah dibanding perhiasan-perhiasan di dunia. Meski berat ujian yang dihadapinya, dengan hati yang penuh dengan keimanan, maka ujian itu dihadapi Asiyah dengan ikhlas dan berani. Terimakasih untuk pelajarannya hari ini. Senang bisa mengenalmu, Asiyah putri Muzahim :)

Referensi:
"14 Wanita Mulia dalam Sejarah Islam" karya Azhari Ahmad Mahmud
Q.S. Al-Qashash ayat 7
Q.S. At-Tahrim ayat 11

Komentar