10 Kewajiban Aktivis Dakwah

10 KEWAJIBAN AKTIVIS DAKWAH

Seorang aktivis dakwah sudah seharusnya memiliki sikap-sikap yang dapat menjadi panutan sasaran dakwahnya. Tidak perlu menunggu sempurna untuk mensyiarkan agama Allah, karena Al-Qur’an pun tidak diturunkan kepada Rasulullah secara sekaligus. Namun bertahap disesuaikan dengan kondisi dan situasi Rasulullah pada saat itu. Begitu pula dengan kita yang memiliki kemauan untuk mendakwahkan Islam seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, kita juga tidak bisa jika harus mendakwahkan Islam sampai semua ilmu tentang Islam ada pada akal kita.

Ilmu dan akal itu seperti air dalam sebuah gelas. Ketika kita mendapatkan ilmu, maka gelas kosong kita akan mulai terisi dengan air, semakin banyak ilmu yang kita dapatkan, maka semakin banyak pula air yang akan tertuang. Sayangnya, jika kita hanya menampung air itu untuk diri sendiri, lambat laun air dalam gelas akan mulai luber keluar yang berakhir sia-sia. Beda halnya jika kita mulai menuangkan air itu sedikit demi sedikit kepada orang lain, maka ilmu yang pernah kita dapatkan akan bermanfaat untuk orang lain dan gelas kita pun bisa terisi lagi dengan ilmu-ilmu yang baru.

Pertanyaannya, siapakah yang mau menjadi gelas yang menuangkan airnya ke gelas-gelas lain? Apakah kamu yang saat ini sedang duduk ataukah kamu yang lain yang saat ini sedang berdiri di kereta? Siapapun kamu ayo siapkan diri kita menjadi gelas yang bermanfaat tadi. Untuk itu aku mau kasih 10 kewajiban yang harus kamu perhatikan untuk menjadi gelas yang bermanfaat tadi, yuk kita mulai satu persatu.

1.      Hendaknya engkau memiliki wirid harian dan kitabullah yang tidak kurang dari 1 juz. Dan hatamkanlah Al-Qur’an tidak lebih dari 1 bulan, tidak kurang dari 3 hari.
Al-Quran sudah seperti obat bagi jiwa-jiwa yang rapuh. Dengan membacanya hati menjadi tentram dan tenang. Seorang aktivis dakwah dalam menjalankan kesehariannya pasti akan disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk umat. Tapi jangan karena kesibukannya itu malah mengurangi kedekatan kita dengan Al-Qur’an. Justru semakin kita dekat denga Al-Qur’an, insyaaAllah Allah akan memberi banyak kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan kita. Jadi, ayo semangat mengaji J

2.      Hendaklah engkau membaca, mendengarkan, merenungi dan mengamalkan Al-Qur’an. Hendaklah engkau mengkaji shiroh nabawiyah, minimal baca buku “Ummatul Islam”. Hendaklah engkau membaca dan menghafal minimal 40 Hadist Arba’in.
Memperkaya akal dengan berbagai ilmu pengetahuan akan menjadikan cara pandang kita lebih luas dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat. Maka sering-seringlah membaca buku-buku yang bermanfaat sehingga kamu bisa menjawab tantangan-tantangan dimasa depan dengan cara baru tanpa harus mengalami kesalahan yang sama dimasa lalu.

3.      Lakukanlah general check up minimal sebulan sekali.
Dakwah itu penting, sehat juga sama pentingnya. Tanpa tubuh dan mental yang prima, kita tidak akan bisa maksimal dalam menjalankan dakwah kepada umat. Jadi melakukan check up kesehatan secara rutin akan sangat membantu untuk mengontrol kondisi tubuh kita sendiri.
  
4.      Hendaklah engkau menghindari kopi, teh, dan minuman perangsang lainnya, serta jangan merokok.
Pagi ngeteh, siang ngerokok, malem ngopi. Ada yang melakukan kebiasaan tadi? Mulai dikurang-kurangin ya, sedikit-sedikit gapapa, asal ada progressnya itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

5.      Hendaklah engkau memperhatikan masalah kebersihan dalam segala hal, karena agama ini dilandasi atau didasari dengan kebersihan.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman”, siapa yang setuju? Aku sih yes. Kenapa? Karena ketika seorang dai’ menjaga kebersihan dirinya dan lingkungan disekitarnya, sasaran dakwah tidak akan segan untuk datang kepadanya jika ingin meminta nasihat. Wudhu merupakan salah satu cara untuk membersihkan diri kita dari berbagai kotoran yang menempel, Allah aja memerintahkan kita untuk menjaga kebersihan diri 5 kali sehari, masa iya orangnya bersih tapi lingkungannya kotor, think again.

6.      Hendaklah engkau jujur dalam berkata. Janganlah engkau berdusta.
Seorang dai’ tugasnya adalah menyampaikan kebenaran, maka jangan sampai apa yang kita sampaikan tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan. Meski seringkali berkata jujur itu sulit, tapi cobalah untuk memaksanya, karena sekali kamu berhasil dalam berbohong, maka selalu ada kesempatan untuk melakukan kebohongan yang sama dimasa depan.

7.      Hendaklah engkau tidak mengingkari janji dalam keadaan apapun.
Seorang pria itu yang dipegang adalah kata-katanya. Sama saja baik itu dai’ laki-laki ataupun perempuan biasakanlah untuk selalu menepati janji. Jangan sering mengumbar janji tanpa memikirkannya baik-baik. Karena seringkali kita menjanjikan sesuatu yang jangka panjang, tapi ketika sikon kita ataupun orang yang membuat janji dengan kita berubah ditengah jalan, tiba-tiba janji itu tidak bisa ditepati yang akhirnya berujung kecewa. Biasakan juga untuk mengatakan InsyaaAllah setelah kita menjanjikan sesuatu kepada seseorang, karena InsyaaAllah itu artinya “Jika Allah mengizinkan”.

8.      Hendaklah engkau jadi seorang pemberani dan tahan uji.
Keberanian yang utama adalah sikap terus terang dalam kebenaran dan ketaatan dalam menyimpan rahasia, mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri dan mampu menguasai diri ketika marah.

9.      Hendaklah engkau menjadi orang yang memiliki wibawa dan telah mengutamakan keseriusan. Tapi hendaklah kewibawaan tersebut tidak menghalangimu dari canda, senyum dan tawa.
Seringkali ketika kita bertemu dengan sosok yang tegas dan berwibawa, pembawaan kita akan otomatis untuk menjadi lebih sopan santun dan agak sungkan untuk mengajaknya bercanda. Padahal dibalik kewibawaan dan ketegasnnya itu, dia sama saja dengan manusia lainnya, yaitu menyukai candaan yang akan membuatnya tertawa, walau begitu tetap perhatikan batasan-batasan dalam bercanda ya.

10.  Hendaklah engkau memiliki rasa malu yang kuat, perasaan yang halus, kepekaan terhadap kebaikan dan keburukan yakni berbahagia untuk yang pertama dan merasa tersiksa untuk yang kedua.
Hendaklah engkau menjadi orang yang tawadhu tanpa harus menjadi rendah, hina dan menjilat, dan hendaklah engkau menuntut posisi yang lebih rendah dari martabatmu agar engkau dapat mencapai martabatmu yang sesungguhnya.


Sumber: Materi Liqo yang disampaikan oleh Kak Ayun pada tahun 2018.

Komentar